Ketua

Please update your Flash Player to view content.

PENGADILAN AGAMA TEGAL

KEHILANGAN SALAH SEORANG PEGAWAI

YANG BERDEDIKASI TINGGI

In Memoriam SINDHU ADIB FARDIKA, S.H.

 

Tegal, www.pa-tegal.go.id

Ahad, 5 November 2017, pukul 20.00 Wib, sebait kalimat berisi berita duka meninggalnya SINDHU ADIB FARDIKA, S.H., mendadak masuk di grup what’s-up Pengadilan Agama Tegal namun hampir, mayoritas anggota grup yang membacanya tidak mempercayai berita tersebut karena satu hari sebelumnya beberapa pegawai Pengadilan Agama Tegal masih bersamanya menghadiri resepsi pernikahan anak Ketua Pengadilan Agama Surakarta di Cirebon. Namun apa dikata, malam itu setelah salah seorang pegawai Pengadilan Agama Tegal langsung menuju ke rumah duka di Desa Mengori Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang ternyata berita duka tersebut benar adanya "Kawan kita, sahabat kita SINDHU ADIB FARDIKA, S.H. telah pergi meninggalkan dunia fana ini untuk selamanya”.

SEDIKIT KEGIATAN YANG PERNAH DI LAKSANAKAN ALMARHUM
Dika1

 

"SESUNGGUHNYA KITA MILIK ALLAH DAN HANYA KEPADA-NYA KITA KEMBALI"

 Rasa kaget pegawai Pengadilan Agama Tegal ternyata juga dialami oleh keluarga almarhum terutama ayahanya, H. Abdul Kodir Asy-Syifa karena menurutnya selepas sholat maghrib, almarhum masih bercengkerama dan bersenda gurau dengan anak dan istrinya namun tiba-tiba almarhum mengalami kejang-kejang dan dalam hitungan waktu yang begitu cepat nyawa almarhum tidak dapat tertolong lagi sesaat dalam perjalanan menuru ke RS Dr. M. Ashari Pemalang. Menurut sumber yang diterima oleh tim redaksi, kejang-kejang yang dialami almarhum karena gejala penyakit jantung dan darah tinggi yang selama ini diderita almarhum namun almarhum sama sekali tidak pernah mengeluh terhadap gejala penyakit tersebut.

Pengadilan Agama Tegal benar-benar kehilangan sosok pegawai yang mempunyai dedikasi tinggi, hal ini terungkap jelas saat Drs. H. Nasirudin, M.H., Ketua Pengadilan Agama Tegal yang memberikan sambutan pelepasan almarhum sebelum dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Mengori Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. “Selama saya bertugas di Pengadilan Agama Tegal, almarhum tidak pernah mengeluh dengan tugas dan pekerjaannya, pun dengan fisiknya yang lelah atau mengantuk saat mendampinginya keluar kota. Pernah suatu ketika ada acara pembinaan dari Ketua Mahkamah Agung RI di Yogyakarta, sepulang acara nampaknya almarhum dalam kondisi yang sangat lelah dan mengantuk namun almarhum sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun tentang kondisi lelah dan kantuknya sehingga karena kebetulan dalam satu rombongan ada yang bisa mengemudikan mobil maka saya langsung menyuruh almarhum untuk beristirahat”

Sementara itu ketika ditemui tim redaksi www.pa-tegal.go.id, Panitera Pengadilan Agama Tegal Mun’im, S.H., bercerita panjang lebar tentang sosok almarhum yang merupakan pekerja keras dan salah satu pegawai yang tidak pernah mengeluh dengan seabrek tugas dan kewajiban yang dibebankan kepadanya. Saat bincang-bincang dengan tim redaksi, pria yang energik ini menyatakan bahwa “almarhum adalah sosok yang selalu nurut, gampang berkomunikasi, rapi dan suka kebersihan, selalu tersenyum sembari mengatakan oh ya ya pak . . . kalau sehabis diberikan pengertian dan masukan”.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Nur Khikmah, S.H.I, menurutnya “almarhum adalah orang yang sangat ringan tangan, suka menolong teman-temannya, almarhum tidak pernah mengatakan tidak atau ndak mau ketika diminta tolong. Dari awal masuk menjadi pegawai sampai akhir hayatnya, almarhum tidak berubah . . . sesibuk apapun kalau diminta tolong tidak pernah menolaknya, semarah apapun saya sama almarhum, selalu dibalas oleh almarhum dengan senyuman sehingga membuat hatiku meleleh”. Rasa ketidak-percayaan atas kehilangan almarhum teramat terasa bagi perempuan yang menjabat Kepala Sub Bagian Organisasi Tata Laksana dan Kepegawaian ini, hal ini nampak dalam beberapa statusnya baik dalam grup what’s-up Pengadilan Agama Tegal maupun dalam facebook “masih seperti mimpi ya kalau Mas Dika sudah tidak berangkat ke kantor lagi untuk selamanya” sembari senantiasa terucap dari bibirnya sebait doa dan harapan “Ya Allah terimalah amal ibadah Mas Dika” imbuhnya mengakhiri obrolannya dengan tim redaksi.

Kita semua merasa kaget dan merasa kehilangan, namun itulah kehendak Allah SWT karena sesuai dengan janji-Nya bahwa kamatian tak bisa dihindari dan tidak mungkin ada yang bisa lari darinya.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

Selamat jalan sahabatku, kita akan selalu mengingat segala kebaikanmu dan canda tawamu selama kita bergaul. Semoga diterima segala amal baikmu dan diampuni segala dosamu oleh Allah SWT dan engkau mengakhiri kehidupan di dunia ini dengan husnul khotimah sehingga layak bagimu ditempatkan di tempat yang terbaik disisi-Nya. Teruntuk keluarga yang ditinggalkan, semoga tetap dalam keimanan, ketabahan dan kesabaran . . . aamiin ya rob al-‘aalamiin . . . (ar.1972)

Pilih Bahasa

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Foto Pegawai

Link Terkait